Semula mereka bermukim di daerah hulu yang disebut Untu nTojo. Dan pada tahun 1802, ketika Islam masuk, mereka mulai turun ke daerah pesisir, mulai dari Kineone, Doea, Uju Watu, Kolodapi, Bantayani, Sandada, dan Uwe Noli.
Nama Sandada sendiri diberi masyarakat Ndee karena di tempat ini mereka mendapati air laut hanya sedangkal dada. Istilahnya, “ja samba kojo dada”. Lama-kelamaan pengucapannya menjadi ‘Sandada’.
Proses turunnya masyarakat Ndee ke pesisir karena tarikan Islam terekam dalam satu syair,
“nato owe to nya pondo tu’a tudu ri ta’u ro dua ri kampu mo pura-pura mantil(r)o lemba nsuruga.” Kira-kira berarti: turun dari atas semua orang kampung, pada 1802, turun di kampung ini ketika telah masuk ajaran Islam.
‘Lemba nsuruga’, berarti ajaran Islam.[*]